Syamsuddin (54) harus rela kehilangan sang istri yang meninggal dunia setelah dr nyatakan ada pembekuan pada otak hingga badan sebelah kanan sudah tidak dapat digerakkan lagi.

“Diagnosa dr yang menangani istriku Hepertensi dan diabetes”.akhirnya struk.

Sang istri (Almarhuma) meninggal di RSUD Labuang Baji yang terletak di kota makassar setelah mendapat perawatan selama 4 hari.di usia 50 tahun.

Syamsuddin yang bekerja sebagai kuli tinta di salah satu media cetak dan online sebut saja Bedah Nusantara Indonesia terpaksa harus mengurus dan menghidupi ketiga anaknya. Satu masih SMP dan satunya masih SD bernama M. Fadhil .Syamauddin (13) dan Idhul Fitri. Syamsuddin (8) dan satu anak angkat Mustika (3).

Linangan air mata nampak terlihat dari kedua bola mata saat mengenang kepergian sang istri tercinta. Saat itu dia ingat betul istrinya yang tercinta sangat sabar menghadapi penyakit yang dia derita. bahkan sang suami tidak menyangka istri meninggal dunia, ” Kata sang suami.

“Ketika mengenang awal sakit istrinya nampak sepele hanya ada bisul pada bagian belakang leher, dengan ketabahan sang istri selama dua hari dari tanggal 15 sampai dengan 17 sang suami membawa ke dr praktek.

Berselang tidak lama tepatnya pada tanggal 18 Agustus 2023 sang suami di minta untuk mengantar ke kamar mandi dengan maksud dan tujuan ingin buang air kecil.

Namun apa yang terjadi begitu sang suami dan orang tua (Mertua) ingin memapahnya namun kami berdua tidak mampu karena badan sang istri langsung terduduk.

Melihat kondisi sang istri lemas tak berdaya sang suami menelpon sahabatnya untuk membantu mengantarkan kerumah sakit.

Ringkas perjalan sang istri setelah di rawat di dua RSUD selama enam hari lamanya, Akhirnya menghembuskan nafasnya di ruangan ICU dalam pelukan sang suami. Tepat pukul 3.25 wita dini hari.

“Waktu itu saya sempat debat sama pihak rumah sakit diruangan ICU karena pada saat sakratul maut pihak keluarga tidak boleh masuk diruangan ICU.

Hasil dari debat salah satu keluarga yang juga mantan istri sang suami yang mendampingi. Dari sakratul maut sempat tertolong dari tangan dr. Namun hasil akhir meninggal dunia diruangan ICU.

“Sang suami berkata istrinya menghembuskan nafas terakhirnya dalam pelukannya”.

“Dari kepergian istriku untuk selama lamanya sang suami setiap malam merasa sangat sedih apalagi ketika menatap anak anaknya pada saat tertidur,” ketusnya dengan sedih.

Akhir cerita sang suami meminta kepada anak anaknya untuk selalu mendoakan agar arwah almarhuma diterima disisinya dan ditempat kedalam di surga, Aamiin ya rabbal alamin.

Bagikan :