Takalar-BNI.co.id

Api bisa bermula dari sesuatu yang kecil. Puntung rokok, pembakaran sampah, atau bara yang tertinggal di lahan kering dapat berubah menjadi ancaman ketika musim kemarau membuat lingkungan mudah terbakar.

Kewaspadaan itu yang dibawa Bhabinkamtibmas Desa Kampung Beru, Aipda Muhammad Haris, saat menyambangi warga di Dusun Kampung Raja, Desa Kampung Beru, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Senin, 1 September 2026, sekitar pukul 10.30 Wita.

Dalam sambang dan silaturahmi kamtibmas tersebut, Haris tidak hanya mengingatkan warga untuk menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Ia sekaligus memperkenalkan kembali layanan Polisi 110, kanal pelayanan kepolisian yang dapat digunakan masyarakat untuk menyampaikan laporan maupun meminta bantuan ketika menghadapi situasi yang membutuhkan penanganan.

Pesan itu menjadi penting di tengah cuaca panas dan musim kemarau. Potensi kebakaran dapat muncul bukan hanya di kawasan permukiman, tetapi juga di lahan terbuka dan kawasan hutan. Karena itu, masyarakat diminta tidak menunggu api membesar untuk bertindak.

Setiap kejadian yang berpotensi mengancam keselamatan dan keamanan, kata Haris, perlu segera diinformasikan kepada petugas. Masyarakat dapat menghubungi Polisi 110, atau melaporkannya kepada pemerintah desa, Bhabinkamtibmas maupun Babinsa agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Kapolsek Polongbangkeng Utara, IPTU Muh. Haris, SH, mengatakan optimalisasi layanan 110 merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam mempermudah masyarakat mendapatkan pelayanan.

Menurut dia, kecepatan informasi menjadi salah satu kunci dalam menangani berbagai persoalan keamanan di tengah masyarakat.

“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa ketika membutuhkan bantuan kepolisian, ada layanan 110 yang dapat dimanfaatkan. Jangan ragu untuk melapor apabila menemukan gangguan kamtibmas atau kejadian yang membutuhkan kehadiran petugas.

Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula langkah penanganan dapat dilakukan,” ujar IPTU Muh. Haris.

Ia juga mengingatkan warga agar menjadikan kewaspadaan sebagai kebiasaan, khususnya selama musim kemarau. Menurutnya, pencegahan kebakaran tidak hanya menjadi tugas aparat, tetapi membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat.

“Kondisi cuaca yang panas dan kering membuat potensi kebakaran harus menjadi perhatian bersama. Kami mengajak masyarakat menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila melihat sumber api atau kejadian yang dapat berkembang menjadi gangguan keamanan.

Gunakan layanan 110 atau segera hubungi aparat terdekat, sehingga penanganan bisa dilakukan secepat mungkin,” tutupnya.

Bagikan :