Takalar-BNI.co.id

Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak selalu dilakukan melalui patroli dengan menyalakan sirene. Di Dusun Batu-Batu, Desa Aeng Batu-Batu, Kecamatan Galut, Kabupaten Takalar, Selasa (18/8/2026), Bhabinkamtibmas Desa Aeng Batu-Batu AIPTU Zulkarnain memilih duduk bersama warga, berdialog, sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.

Dalam suasana sederhana, Zulkarnain menyambangi warga dan membuka ruang percakapan tentang persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Salah satunya kebiasaan membuang sampah sembarangan yang dapat berujung pada pencemaran tanah, air, dan udara.

Ia mengingatkan warga bahwa persoalan lingkungan bukan sekadar urusan kebersihan, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan dan kenyamanan keluarga serta lingkungan tempat tinggal.

Warga diajak menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dengan mengurangi penggunaan plastik, menggunakan kembali barang yang masih layak, serta memilah dan mendaur ulang sampah.

Bhabinkamtibmas juga mengingatkan pentingnya menggunakan tas belanja berbahan kain, menghemat energi dengan mematikan lampu dan mencabut charger yang tidak digunakan, serta memilih produk yang lebih ramah lingkungan.

Perhatian juga diarahkan pada pengelolaan sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3), seperti baterai dan kartrid tinta, agar tidak dibuang sembarangan. Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk mencegah pencemaran sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat.

Selain persoalan lingkungan, Zulkarnain menyampaikan informasi mengenai Call Center Polisi 110. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan laporan maupun membutuhkan bantuan kepolisian sebagai bagian dari upaya meningkatkan kecepatan dan kemudahan pelayanan kepada masyarakat.

Kapolsek Galesong Utara AKP Alimin saat dikonfirmasi mengatakan patroli dialogis menjadi salah satu cara kepolisian membangun kedekatan dengan masyarakat. Menurutnya, kehadiran Bhabinkamtibmas bukan hanya untuk menyampaikan imbauan keamanan, tetapi juga mendengar persoalan yang dihadapi warga secara langsung.

“Kami ingin masyarakat melihat polisi sebagai bagian dari lingkungan mereka. Dengan komunikasi yang terbuka, berbagai persoalan dapat diketahui lebih awal dan dicarikan solusi bersama sebelum berkembang menjadi gangguan kamtibmas,” ujar Alimin.

Ia juga menekankan bahwa menjaga keamanan dan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan, serta segera melaporkan persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan menjadi bagian penting dari upaya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

“Kamtibmas yang kondusif dimulai dari kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban, serta tidak ragu menghubungi layanan Polisi 110 ketika membutuhkan kehadiran kepolisian,” kata Alimin.

Bagikan :