Luwu Utara-BNI.co.id

Pemerintah Desa (Pemdes) Lara, Kecamatan Baebunta Selatan (Bansel), bersama dengan SMAN 7 Luwu Utara dan Polsek Baebunta Polres Luwu Utara, melakukan razia knalpot bogar di lingkungan sekolah pada Selasa (3/2/2026).

Tindakan ini dilakukan demi menjaga kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif.

Kegiatan razia tersebut diambil setelah dua kali perselisihan antar kelompok pemuda di Desa Lara yang bermula dari gangguan suara akibat penggunaan knalpot bogar.

Selain itu, langkah proaktif ini juga dilakukan menjelang kedatangan bulan suci Ramadhan untuk menghindari gangguan terhadap aktivitas ibadah masyarakat.

Kepala Desa (Kades) Lara, Risal, mengatakan bahwa upaya ini bertujuan meminimalisir terjadinya perkara serupa dan mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan di wilayah hukum Desa Lara.

“Ini juga kami lakukan karena sudah mau masuk bulan puasa, dikhawatirkan nanti akan menganggu aktivitas ibadah di bulan puasa,” tambahnya Rabu (4/2/2026).

Sebagai bentuk sinergitas dengan Pemdes Lara, pihak SMAN 7 Luwu Utara sebelumnya telah melakukan sosialisasi tentang larangan penggunaan knalpot bogar kepada seluruh warga sekolah.

Kepala Sekolah SMAN 7 Luwu Utara, Mat Bahruddin, S.Pd.I., M.Pd.I., menjelaskan bahwa melalui razia tersebut berhasil menjaring 16 motor yang menggunakan knalpot bogar.

“Kami sangat mendukung kebijakan Kades Lara.

Beberapa hari yang lalu kami lakukan sosialisasi dan hari ini kami lakukan razia terhadap siswa yang menggunakan knalpot bogar Motor tidak kami izinkan keluar dari lingkungan sekolah sebelum knalpot diganti menjadi standar.

Langkah ini juga untuk mengedukasi siswa,” jelasnya.

Pihak Polsek Baebunta turut mendampingi pelaksanaan razia dan memberikan dukungan penuh terhadap langkah yang dilakukan oleh Pemdes Lara dan pihak sekolah.

Aipda Gusriadi, selaku Babhinkamtibmas Desa Lara yang mewakili Kapolsek Baebunta, mengapresiasi tindakan tersebut.

“Knalpot bogar yang kami razia hari ini akan diamankan di kantor Polsek Baebunta sebagai barang bukti.

Semoga ini menjadi contoh bagi desa-desa lain sebagai langkah proaktif dalam menjaga kamtibmas.

Mencegah konflik lebih baik daripada mengurus konflik yang sudah terjadi, semoga Luwu Utara menjadi lebih aman dan nyaman bagi warganya,” pungkasnya.

Bagikan :