Luwu Timur-BNI.co.id
Mantan anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur dua periode, Najamuddin, turun langsung ke jalan untuk menyampaikan tuntutan pemekaran provinsi Luwu Raya dengan penuh tekad.
Berada di atas mobil bak terbuka, ia meneriakkan tuntutan tersebut dengan keras.
Pernyataan lantang disampaikannya saat puluhan masyarakat dan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di perbatasan Kabupaten Luwu Timur-Luwu Utara, Jumat (23/1/2026) pukul 23.00 WITA.
Aksi tersebut menyebabkan kemacetan sejauh ratusan meter pada dua arah lalu lintas.
Dari pantauan, aksi serupa juga berlangsung secara serentak di beberapa titik sejak siang hari, antara lain di Masamba, Walmas, Palopo, serta di perbatasan Kabupaten Luwu-Wajo.
Anggota partai Golkar ini menjelaskan alasan tuntutan pemekaran, bahkan menyatakan bahwa tidak hanya provinsi, negara Luwu Raya sekalipun bisa dibentuk.
Ia juga menantang perwakilan Luwu Raya di DPR Pusat dan DPRD Provinsi agar tidak acuh terhadap kondisi yang terjadi saat ini.
“Kasihan rakyat, kasihan daerah kita, ini harus dimekarkan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa Luwu Raya berperan sebagai penyangga ekonomi Sulawesi Selatan, sehingga pantas jika dimekarkan menjadi provinsi sendiri, sekaligus membakar semangat para demonstran.
“Saya selama 10 tahun menjadi anggota DPRD Luwu Timur, dan hari ini saya meneriakkan bahwa Luwu Raya harus jadi provinsi.
Moratorium pemekaran serta aturan seputar pemekaran harus dicabut,” ucapnya.
Najamuddin juga menyampaikan, “Malam ini jangan salahkan masyarakat Luwu Raya jika kelak memblokir seluruh jalan yang ada di wilayah Luwu Raya hingga akses ekonomi lumpuh, karena itu merupakan semangat masyarakat yang harus diperhatikan pemerintah pusat.
Luwu Raya hari ini terbakar semangatnya untuk menjadi provinsi sendiri,” sambungnya.
Menurutnya, pembagian kuota anggaran untuk Luwu Raya tidak sebanding dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang masuk ke kas Provinsi Sulawesi Selatan.
“Kita hanya mendapatkan kuota anggaran untuk pembangunan jalan tidak sampai Rp 200 miliar, padahal kontribusi kita ke APBD Provinsi mencapai lebih dari Rp 2 triliun,” jelasnya.
Oleh karena itu, ia meminta dukungan penuh kepada seluruh elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa, tokoh masyarakat, petani, hingga nelayan untuk bergabung dalam perjuangan mewujudkan Luwu Raya sebagai provinsi baru,” pungkasnya





