BNI.com//Tebo-Jambi –  Mediasi antara pihak perusahaan dan sopir truk masyarakat yang sumbu dua , berjalan lancar, namun ada sedikit perdebatan antara pihak perusahaan dan sopir sopir truk kecil saling mempertahankan pendapat nya masing masing, ada beberapa dari pihak sopir yang menjelaskan bahwa mereka tidak bisa bersaing dengan tronton tronton yang bermuatan tinggi. Bertempat di pendopo rumah dinas bupati kabupaten tebo, pada hari ini Senin tgl 3 April 2023.

Lanjuut sementara truk masyarakat hanya di boleh kam bermuatan 8 ton, yang paling membuat para sopir truk ini marah , karena mobil mobil yg dia gunakan untuk mencari sesuap nasi ini masih kredit, rata rata di atas 1O jt pebulan.

Dengan kondisi yang kadang narik terkadang tidak membuta tagihan lesing tidak terbayar, sementara pihak lesing tidak mau tau, sudah sampai jatuh tempo harus dibayar oleh nasabahnya, Sementara mobil mobil perusahaan yang bermodal berlalu lalang di depan mata mereka,

Sebagian masyarakat yang terdampak oleh truk tronton yang bermuatan tinggi ini, membuat jalan antara simpang niam dan lubuk kambing hancur total.

Para sopir truk masyarakat ini umum nya hanya gaji pertrip yg di dapat, kadang ada yg di bawa pulang terkadang zonk, semetara anak istri di rumah menunggu hasil kerja keras suaminya yg pergi nypir truk batu bara sampai tiga hari baru pulang kerumah, sungguh sedih.Sementara pemilik truk , mencari pinjaman kesana kemari untuk menutupin lesing.

Untuk peraturan yang di buat pemerintah truk bersumbu dua hanya di bolehkan memuat hanya 8 ton saja, dengan jarak tempuh yang jauh dan harga gendong sangat minim.

Pada kesempatan ini, pemerintah kabupaten Tebo, tetap menegakkan aturan yang di buat pemerintah..dan disambut dengan sorakan dan tepuk tangan oleh para sopir.

Dan terhitung mulai hari ini tgl 3 April 2023 PT Kim, sebagai operator mentenence jln , simpang niam pos kembar menyetop semua kegiatannya, juga termasuk watertank yang menyiram jalan nasional simpang niam pos kembar, dan mobil truk tronton yang dalam keadaan bermuatan dipersilah kan untuk di bongkar , dan untuk sementara di setop dulu, dengan belum tentu sampai kapan.

Dalam rapat tersebut . Di hadiri oleh semua unsur pemerintah kabupaten TEBO.. dan dalam kesepakatan ini semua pemilik tambang yang ada tidak mau menada tangani hasil kesepakatan tersebut, karena masih dalam perundingan antara pemilik iup, yang ada di kabupaten Tebo,” paparnya.

Para sopir berharap untuk kedepan ada pencetaha. Untuk ekonomi mereka, dan bisa mencicil kredit mobil yang mereka miliki.

Para lesing pada saat tersenyum lebar, dan juga mereka dengan mudahya mencairkan pinjaman masyarakat, sehingga para nasabah mencekik leher mereka sendiri.

Masyarakat hanya bisa berharap hasil pertemuan antara pihak perusahaan dan masyarakat berbuah Hasil yang baik, dan tidak berubah lagi,” harapnya.

Laporan: Yusar

Bagikan :