Oleh: Yetty Nurdiati. Syam

Gonjang Ganjing Politik kini semakin Memanas, karena tinggal hitung hari pesta demokrasi berlangsung pemilihan para kandidat baik Capres, Cawapres dan Anggota legislatif, harapan rakyat Indonesia semoga semua berjalan aman dan damai.

Sebagai negara yang berdaulat, Indonesia mempunyai kedaulatan penuh berada pada rakyatnya untuk memastikan siapa yang pantas menjadi sebagai kepala negara dan struktur kepala bawahannya baik tingkat provinsi hingga kelurahan. Selain itu, Indonesia dipandang sebagai negara hukum sehingga tidak heran bila sistem perpolitikan di Indonesia tergolong sangatlah aktif.

Dalam hal ini, dibutuhkan strategi politik yang akan mengatur bagaimana jika terjadi pemenangan ataupun pertarungan untuk berhasil memperebutkan kursi kekuasaan. Etika demokrasi politik cenderung lebih mengarah ke dalam kelompok etika sosial yang membahas norma-norma moral yang menimbulkan sikap dan tindakan antara manusia satu dengan yang lainnya.

Berkaitan dengan etika politik implementasi yang seharus dilaksanakan adalah kekuasaan dan kewenangan yang dicari bukanlah hanya untuk kepentingan sendiri atau pribadi saja, akan tetapi sebagai alat untuk melayani dan mengayomi tujuan kepentingan manusia atau warganya

Dengan demikian, seyogyanya etika yang harus selalu dikedepankan bagi setiap politisi perlunya menanamkan etika politik sebagai bahan evaluasi serta pengendali dari kekuasaan politik dan sarana meminimalisir penyalahgunaan terhadap jabatan kekuasaan yang sedang diamanahkan kepada dirinya.

Karena jika penyelewengan kekuasaan ini terjadi maka akan berdampak buruk bagi pertumbuhan dan kemajuan bagi daerah yang dipimpin, dan menjadi akar permasalahan yang berdampak buruk bagi generasi-generasi selanjutnya.

Partisipasi masyarakat mempunyai peranan penting dalam sebuah keberhasilan yang terjadi baik pemenangan atau pertarungan politik yang memperebutkan posisi jabatan penting sebagai calon kepala daerah atau legislatif yang menghendaki kekuasaan dan keberpengaruhannya di tengah-tengah masyarakat sebagai seorang kepala yang mengatur kebijakan dan keputusan penting pada suatu daerah

Berbagai rupa dinamika dan intrik politik pada kontestasi politik di aras lokal menandakan bahwa iklim politik yang tumbuh dan berkembang sangat mewarnai kehidupan sosial dan politik di daerah, mulai dari yang halus sampai yang kasar; mulai dari yang tersirat sampai yang tersurat; bahkan mulai dari yang elegan sampai yang tidak bermartabat. Politik memang memberikan giuran yang menjanjikan untuk merebut kekuasaan atau berkuasa dan semua aktor politik merasa memiliki kemampuan untuk memenangkan kontestasi politik khususnya pada aras lokal dan pada level ini para aktor seringkali melupakan kalkulasi-kalkulasi politik.

Oleh sebab itu, strategi politik menjadi kunci penting dalam kontestasi politik, bagaimanapun kegagalan merencanakan kemenangan berarti sedang merencanakan kegagalan dalam kontestasi politik. Strategi politik memegang peran yang sangat penting untuk dicermati. Karena itu, tulisan sederhana ini berupaya untuk memberikan gambaran situasi politik dan strategi politik berdasarkan pendekatan struktural fungsional, pendekatan elite-massa dan pendekatan aktor khususnya partai politik dalam menghadapi kontestasi politik pada ranah politik lokal.

Strategi menembus pasar bukanlah menyangkut ditariknya pemilih lawan atau warga yang selama ini tidak aktif dengan memberikan penawaran yang lebih baik atau baru, melainkan penggalian potensi yang sudah ada secara lebih optimal, atau penggalian bagian yang dimiliki dalam kelompok target di mana keberhasilan telah diraih sebelumnya.

Sebuah manifestasi kekuasaan yang melahirkan sikap dan perilaku dalam politik. Apabila masyarakat Indonesia tidak memahami politik yang ada di negara Indonesia, maka yang terjadi perpolitikan dan akan memicu terjadinya keseimbangan kekuasaan antara masyarakat dengan pemangku kebijakan sehingga kebebasan berpendapat akan terancam menjadi hilang.

Semoga kita semua individu manusia yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya berhasil memimpin dengan jujur dan amanah kepada rakyatnya mempergunakan kekuasaan dengan tidak lupa dengan warga yang dipimpin dan daerah atau wilayah yang dipimpin menjadi daerah yang unggul baik di sektor apapun.

Penulis ini adalah : Mahasiswi di Universitas Insan Cita Indonesia, Prodi Komunikasi Digital Batch 2 

Bagikan :