BNI.com//Sarolangun-Jambi – Kronologi kejadian berawal dari Pelajar SMA Negeri 4 Sarolangun sedang berada di kantin sekolah tiba-tiba datang 7 orang pemuda konon kabarnya warga rengkiling, langsung melakukan penyerangan dengan tiba tiba dengan membawa parang.
Yang ironisnya lagi pelaku membabi buta menyerang salah satu siswa hingga luka di bagian kepala belakang, kejadian terjadi pada hari senin (30/10/2023) Pukul 9.00 wib usai upacara penaikan bendera.
Pelajar SMA Negeri 4 Sarolangun yang menjadi korban sebanyak 4 orang, 1 orang kritis bernama Rafli di larikan ke Jambi, akibat pemabacokan tersebut masyarakat memblokir jalan, mereka menuntut kepolisian untuk segera menangkap pelaku pembacokan di kantin Sekolah.
Setelah dilakukan mediasi, akhirnya masyarakat memberikan waktu 3 X 24 jam kepada pihak berwajib untuk menangkap pelaku pembacokan, Tetapi setelah diberikan waktu 3 X 24 jam pelaku pun tidak kunjung ditangkap.
Masyarakat kembali memblokir jalan. Pada Jumat Malam (03/11/2023) sekira pukul 23.00 wib Pihak dari Kepolisian Polres Sarolangun membubarkan masyarakat demonstran dengan secara paksa sehingga mengakibatkan banyak masyarakat mandiangin yang menjadi korban luka-luka dan meninggal dunia (1 orang) yang bernama Edi Suk atau di sapa akrab ‘Boye’.
Sampai detik berita ini di terbitkan penyebab kematian salah satu demonstran (Boye) belum di ketahui namun kondisi korban meninggal dalam keadaan babak belur dan lebam-lebam. (Donal)






