BNI.com//Tebo-Jambi – Sudah bertahun-tahun petani plasma merugi akibat dari pengelolaan PT. SKU yang beralamat di desa Rantau Api Kecamatan Tengah Ilir, Kecamatan Tebo Ilir dan Kecamatan Tebo Tengah tidak maksimal. Berkali-kali anggota koperasi mendesak pengurus koperasi dan perusahaan agar maksimal dalam pengelolaan kebun, namun pihak koperasi sebagai wakil dari anggota tidak peduli dgn masalah tersebut.
Oleh karena kurang perhatian dan sistem kerja yang tidak maksimal, maka hasil kebun tidak terjual dan akibatnya ratusan anggota plasma rugi sepanjang tahun.
Pengurus koperasi Jumawarzi selaku ketua Koperasi Usaha Bersama yang beralamat di Desa Rantau Api Kecamatan Tengah Ilir Kabupaten Tebo, tidak peduli dengan keadaan tersebut. Ia sibuk dengan urusan pribadi hingga beberapa kali anggota koperasi Tabora meminta pengurus melakukan rapat namun tidak diindahkan.
Anggota koperasi mendesak pengurus untuk mundur bahkan anggota juga sudah menyurati dinas koperasi Kabupaten Tebo untuk membubarkan pengurus, namun tidak ada tanggapan sama sekali. RAT seharusnya diadakan awal tahun namun hingga jelang akhir Agustus masih belum juga dilaksanakan.
Pihak dinas koperasi sempat dipanggil oleh anggota DPRD Tebo dan mendesak dilaksanakannya RAT. Namun sampai saat ini hal itu belum juga ada realisasinya. Sementara lebih dari tiga ratus KK yang ada bergantung kepada Koperasi Usaha Bersama sangat membutuhkan penghasilan demi kelangsungan hidup keluarga mereka.
Sementara di Desa Penapalan dan Desa Sungai Keruh seakan-akan tidak terjadi apa apa, ketika ada rapat yang diadakan oleh anggota tidak pernak hadir, sedangkan hasil dari kebun di daerah itu sangat minim karena tidak terawat dan jauh dari yang diharapkan. Sementara dari hasil pembagian mendapatkan jumlah hasil yang sama karena sistem pembagian dari perusahaan.
Warga Desa Rantau Api ingin mendirikan koperasi sendiri agar perawatan bisa maksimal dan hasilnya tidak dibagi rata dengan kebun yg tidak terawat. Kades Rantau Api membantu masyarakatnya agar hasil dari kebun yang berada di wilayahnya tidak lagi merugi dan harus mendapatkan hasil kebun yang maksimal.
Untuk tahun buku 2022, hasil RAT yang tidak dihadiri pengurus, meminta anggota DPRD Tebo menengahi permasalahan ini. Masyarakat juga meminta pihak Dinas Perkebunan, Dinas Koperasi dan pihak yang terkait lainya dihadirkan pada saat rapat yang digelar oleh DPRD Tebo nantinya.
Untuk menghindari gesekan dengan pengurus, anggota Koperasi juga meminta Dinas Perkebunan dapat mengetahui bahwa selama ini pihak perkebunan ysng sudah bertahun-tahun tidak bekerja maksimal.






