BNI.com//Sambas – Kalbar – Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalbar dorong pemdes yang ada di Kabupaten Sambas untuk membentuk Desa BERSINAR (Bersih Narkoba). Hal itu diungkap oleh Konselor Adiksi Ahli Muda Ade Umar Dani saat bertemu bni.com di bilangan Keraton Sambas, Kamis (3/8/2023).

Pria berkaca mata yang karib disapa Ade ini menerangkan bahwa pemerintah daerah harus terlebih dahulu membentuk yang namanya Desa Bersinar. Menyusul IBM (Intervensi Berbasis Masyarakat) yang merupakan bagian dari Desa Bersinar.

IBM diberi SK oleh Kades yang didalamnya ada tim kerja yang disebut AP (Agen Pemulihan). Anggota AP sendiri terdiri dari masyarakat yang memiliki kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat dengan sukarela ikut terlibat membantu mewujudkan desa yang bersih narkoba.

AP bertugas menjangkau dan melakukan pelayanan terhadap penyalahguna narkoba dilingkungan desa. Hasil scrining bisa menunjukkan klien dalam tingkat pengguna ringan, sedang atau berat. Hal itu bisa dibuktikan dari dos 10 nya dan akan terbaca posisi klien.

“Jika klien dalam status pengguna ringan maka itulah yang ditangani oleh para Agen Pemulihan,” terang Ade.

Saat ini AP sudah terbentuk di Desa Dalam Kaum Kecamatan Sambas Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Klien hasil penjangkauan AP ini dibuktikan hasil scriningnya itu ternyata pengguna ringan maka mereka bisa merujuk klien tersebut.

“Karena di Kabupaten Sambas belum ada BNNK (Badan Narkotika Nasional Kabupaten), berarti mereka merujuk ke salah satu yayasan yang bergerak menangani orang-orang yang terkait dengan penyalahguna narkoba, yakni Yayasan Geratak Sambas,” ujar Ade.

Yayasan Geratak Sambas yang beralamat di Desa Parit Raja Kecamatan Sejangkung Kabupaten Sambas ini menangani klien dalam posisi sedang, rawat jalan dan pengguna berat. Perlu diketahui Yayasan Geratak Sambas memberikan pelayanan gratis kepada kliennya.

Sementara tujuan pokok terbentuknya IBM terkait adanya keluhan masyarakat. Keluhan tersebut terkait jarak tempuh lembaga rehabilitasi yang jauh dan mengeluarkan biaya yang tidak kecil. Dengan adanya IBM semua permasalahan tadi bisa diatasi.

“Seyogyanya pelayanan IBM ini adalah pelayanan yang dibentuk dari, oleh dan untuk masyarakat melalui AP yang sudah ada di desa,” jelas Ade.

Harapan besar dengan adanya IBM yang terbentuk di seluruh desa yang ada di Kabupaten Sambas adalah terwujudnya desa Bersih Narkoba. Hal ini bisa terwujud karena sejak dini sudah ada IBM di tiap-tiap desa. Jika ada penyalahguna menjadi pecandu maka bisa ditangani dengan cepat oleh AP yang telah ada di desa.

“Harapan saya hati masyarakat kabupaten Sambas umumnya, terutama hati masyarakat pedesaan khususnya dan Pemda Sambas bisa tergugah untuk memperhatikan hal penting dalam rangka mewujudkan generasi emas Kabupaten Sambas yang bersih dari pengaruh narkoba,” pungkas Ade.(RL4H)

Penulis: Radiman Lah

Bagikan :