BNI.com//Tebo-Jambi – PKBM ( pendidikan kesetaraan non formal ) tunas harapan Rimbo bujang kab Tebo provinsi Jambi diduga hanya formalitas belajar mengajar guru yang tidak memadai ,tenaga pengajar diduga hanya 1 satu orang tenaga pengajar ( guru)

Menurut salah seorang LSM DPP Repelita/Mawar Indonesia ( saragih ) Menerangkan jika murid PKBM tunas harapan sebanyak 979 orang , tahun 2023 namun pada kenyataanya proses belajar tidak pernah ada, sebab cadangan guru hanya formalitas.(07/10/2023).

Sebanyak 979, paket A,,B,C yang didanai oleh pemerintah pusat menjadi pertanyaan sebab Pakat A,sebesar 1300.000/ tahun paket B Sebesar 1500.000/ tahun paket C sebesar 1800.000/ tahun
Dalil yang buat PKBM mengajar peserta dan diduga tidak pernah ada kegiatan 2020-2023

Sungguh miris jika peserta tidak dibekali ilmu mendapatkan pake A,B,C Artinya pemerintah pusat memberikan dana sebesar itu mampu fihak guru memberikan ilmu dan memberikan bimbingan khusus bagi peserta 979 𝕠𝕣𝕒𝕟𝕘.

Namun kenyataan menurut Lsm ini hanya simbol belajar mengajar Tampa ada kegiatan. aneh 𝕓𝕦𝕜𝕒𝕟.

Setelah anggota LSM DPP Repelita/ Mawar Indonesia ( Saragih ) ini memaparkan kepada awak media ,lalu menghubungi .pemilik PKBM tunas harapan inisial W S namun tidak dijawab dan wa tidak berbalas mengatakan soal kegiatan dan dihubungi tidak pernah dapat dihubungi sehingga berita dibuat awak media BNI

Diminta kepada APH Tebo agar memeriksa PKBM yang menyalahi aturan sebab diduga dana tersebut dipergunakan fiktif atau untuk pribadi ,
Diminta kepada APH Tebo/ Jambi agar memeriksa PKBM Tunas Harapan Rimbo Bujang / kabupaten Tebo provinsi Jambi.(Joinsyah).

Bagikan :