Buol-BNI.co.id

Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) tingkat kabupaten 2025 yang diselenggarakan di Kecamatan Bukal menghadirkan berbagai paparan dan diskusi strategis untuk menentukan arah pembangunan Kabupaten Buol menuju tahun 2026.

Acara ini menghadirkan pejabat daerah, tokoh masyarakat, dan perwakilan desa sebagai wujud sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

Camat Bukal, Hasnawi Kamaruddin T.,dalam laporannya menyampaikan sejumlah data dan pencapaian di wilayahnya, antara lain:

• Data Kemiskinan: Menurut data AP3KE Bapedda, terdapat 358 keluarga miskin yang tersebar di 14 desa.
• Kasus Stunting: Laporan menunjukkan penurunan kasus stunting di Kecamatan Bukal dan tahun ini tidak tercatat lagi.

• Intervensi Dana Desa: Pelaksanaan intervensi dana desa dan evaluasi program makanan tambahan untuk meningkatkan gizi masyarakat.

• Perekonomian Lokal: Terdapat satu perusahaan sawit yang mengelola lahan seluas 22.000 hektar, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

• Infrastruktur dan Layanan: Penambahan pangkalan LPG di wilayah Bukal dengan anjuran agar ASN dan aparatur desa menggunakan LPG warna merah.

• Program Musdes: Di 14 desa telah dilaksanakan Musyawarah Desa (Musdes) dengan agenda:
o Pengaspalan jalan poros Kecamatan Bukal.

o Pembangunan irigasi di tiga desa.
o Pembuatan brojong di Jalan Mopu.
o Pengerukan dan pelebaran sungai di Desa Bungkudu.
o Penerangan PLN di Dusun Bukal.
• Pengawasan: Kecamatan Bukal juga ditetapkan sebagai sampel pemeriksaan oleh BPK untuk evaluasi tata kelola daerah.

Wakil Ketua DPRD Buol, Ahmad Kuntuamas, menekankan pentingnya komunikasi intensif melalui Musrembang untuk merumuskan kebijakan strategis serta program prioritas pembangunan Kabupaten Buol ke tahun 2026.

“Melalui forum ini, kami berharap rencana kerja pemerintah daerah mampu menjawab permasalahan masyarakat, serta mengakomodasi pokok-pokok pikiran DPRD mengenai isu pembangunan,” ujarnya.

Bupati Buol, Risharyudi Triwibowo, menyampaikan arahan dari Presiden kepada kepala daerah agar menjadikan Buol sebagai daerah yang kreatif dan inovatif.

Dalam program 100 hari kerja, Bupati beserta Wakil Bupati mengemukakan beberapa program unggulan, antara lain:

• Konektivitas Transportasi: Pengaktifan penerbangan rute Palu-Buol untuk meningkatkan aksesibilitas.
• Pendidikan: Pembangunan kampus Buol guna mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.
• Pelatihan Kerja: Pembangunan balai latihan kerja sebagai upaya meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal.

• Rembuk Budaya: Penguatan budaya lokal melalui program rembuk budaya.
• Infrastruktur Bandara: Pembangunan bandara Pogogul Abdul Karim Mbow sebagai gerbang pengembangan wilayah.

Bupati juga mengimbau agar peraturan daerah terkait masalah ternak sapi segera ditertibkan melalui mekanisme pengawasan yang tepat oleh pemerintah daerah.

“Kita harus menyudahi perpecahan yang terjadi pasca pilkada, dan bersama-sama membangun Buol dengan semangat kebersamaan.

Penting untuk menyelesaikan permasalahan plasma sawit secara win-win solution serta menjaga agar lahan produktif tidak dijual secara tidak semestinya,” tegasnya.

Acara Musrembang ini dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, pimpinan OPD, Kapolsek Bokat, Camat Bukal, serta seluruh aparat dan perwakilan desa di Kecamatan Bukal.

Turut hadir pula perwakilan BPD, LPM, tokoh masyarakat, dan tokoh agama, yang bersama-sama menyuarakan harapan untuk pembangunan yang lebih baik di Kabupaten Buol.

Musrembang Kabupaten 2025 di Kecamatan Bukal menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dan misi dalam menyusun kebijakan pembangunan yang berpihak pada rakyat dan menjawab tantangan zaman. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan mampu menghasilkan solusi nyata demi kemajuan dan kesejahteraan bersama.

 

Bagikan :