JAKARTA – Pemerintah Aceh secara resmi melepas keberangkatan Tim Tari Saman untuk mengikuti ajang bergengsi The 2nd Busan International Dance Festival 2026 yang akan berlangsung di Korea Selatan pada tanggal 5 hingga 9 Juni mendatang.

Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dan penuh rasa bangga di Aula Kantor Penghubung Pemerintah Aceh, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Acara pelepasan dipimpin langsung oleh Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh, Said Marzuki, S.IP., M.Si., mewakili Pemerintah Aceh.

Momen bersejarah ini ditandai dengan pengenaan jaket kebanggaan kepada Ketua Duta Saman Institut, Aminullah Adnan, yang kemudian diikuti secara simbolis oleh seluruh anggota delegasi yang akan berangkat.

Keberangkatan ini menjadikan Tari Saman sebagai satu-satunya perwakilan seni budaya Indonesia yang tampil di festival internasional tersebut, yang diikuti oleh peserta dari 13 negara di dunia.

Dalam sambutannya, Said Marzuki menegaskan bahwa keikutsertaan Tim Tari Saman merupakan momentum istimewa dan kepercayaan besar yang diterima Aceh untuk tampil di panggung dunia.

Ia juga menyampaikan apresiasi karena di tengah kondisi daerah yang sedang dilanda musibah banjir, Pemerintah Aceh tetap memprioritaskan dan memberikan perhatian besar terhadap kemajuan kebudayaan.

“Patut kita syukuri, di tengah kondisi musibah banjir yang melanda, Pemerintah Aceh tetap memberi perhatian besar pada kebudayaan.

Ini merupakan arahan langsung Gubernur Aceh melalui Sekretaris Daerah agar tim Saman dapat berangkat ke Korea Selatan,” ungkap Said Marzuki.

Lebih jauh ia menjelaskan, kehadiran Tari Saman di ajang internasional bukan sekadar pertunjukan seni belaka, melainkan bagian dari strategi besar diplomasi budaya. Melalui gerakan dan syair Saman, dunia diajak mengenal lebih dekat identitas, nilai luhur, dan kearifan lokal masyarakat Aceh.

“Keikutsertaan ini adalah bagian dari diplomasi budaya untuk memperkenalkan Aceh kepada masyarakat dunia. Promosi melalui seni budaya jauh lebih elegan dan menyentuh.

Dunia akan mengenal Aceh melalui keindahan dan kekayaan tradisinya,” tegasnya seraya menyampaikan pesan Gubernur Aceh kepada seluruh delegasi.

“Jaga nama baik Indonesia, jaga marwah Aceh, dan harumkan nama kita di Negeri Ginseng,” pesannya mengingatkan.

Prosesi pelepasan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, para guru, orang tua anggota tim, serta masyarakat Aceh yang berada di Jakarta. Di antaranya Ketua Persatuan Aceh Seranto, Ahyar Kamil, S.H., Penasihat Lembaga Seni Budaya Gayo Aceh (Lesbuga), Drs. H. M. Hasan Daling, Pembina Lesbuga Alwien Desry, serta tokoh literasi budaya Le Putra.

Ketua Persatuan Aceh Seranto, Ahyar Kamil, mengapresiasi langkah nyata pemerintah daerah. Baginya, kebudayaan adalah identitas utama yang wajib dijaga dan dipromosikan ke mana pun.

“Kita sangat mendukung. Kebudayaan adalah identitas, dan sudah sepatutnya mendapat perhatian serius dari semua pihak,” ujar Ahyar.

Sementara itu, Penasihat Lesbuga, Hasan Daling, berharap pengiriman delegasi seni ke luar negeri dapat menjadi agenda rutin tahunan. Pasalnya, Aceh memiliki kekayaan seni yang sangat melimpah, mulai dari Saman, Ratoh Jaroe, hingga Guel, yang semuanya layak dipamerkan di kancah global.

Dukungan juga mengalir dari generasi muda. Indah Nuhyatia, perwakilan pelajar dari SMKN 74 Jakarta yang mewakili 10 sekolah di DKI Jakarta, menyampaikan rasa bangganya dapat menyaksikan langsung keberangkatan tim yang akan membawa nama harum bangsa.

Ketua Lesbuga, M. Aris, S.Pd., menjelaskan bahwa undangan resmi dari panitia Busan International Dance Festival secara khusus ditujukan kepada Tari Saman melalui lembaganya.

Di ajang yang mempertemukan seniman dari 13 negara tersebut, Tari Saman ditetapkan sebagai satu-satunya perwakilan seni budaya Indonesia yang berhak tampil.

“Festival ini diikuti oleh 13 negara. Dari Indonesia, yang tampil adalah Saman dari Aceh. Kita berharap ke depan seni-seni Aceh lainnya juga mendapat kesempatan serupa untuk tampil dan dikenal dunia,” ujar M. Aris.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur Aceh, Wakil Gubernur Aceh, Sekretaris Daerah Aceh, serta Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh.

Dukungan penuh dari pemerintah daerah dinilai sebagai bukti kesungguhan nyata dalam memajukan dan menginternasionalkan Saman sebagai warisan dunia.

“Keberangkatan Tim Tari Saman ke Korea Selatan ini sepenuhnya difasilitasi oleh Pemerintah Aceh melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh.

Ini adalah komitmen kami untuk memperkuat diplomasi budaya, melestarikan warisan budaya, serta memperkenalkan kekayaan seni dan tradisi Aceh di panggung dunia,” pungkasnya.

Dengan keberangkatan ini, harapan besar tertumpu di bahu para penari agar dapat menampilkan yang terbaik, membawa pulang prestasi, serta semakin mengukuhkan posisi Tari Saman sebagai ikon kebanggaan Indonesia di mata dunia.

Bagikan :