Jakarta.BNI.co.id

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Suyudi Ario Seto, melakukan audiensi dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, di Jakarta pada Kamis (11/6/2026).

Pertemuan ini membahas rencana kolaborasi dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional dan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, sekaligus menjajaki pembaruan kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS).

Dalam pertemuan tersebut, Kepala BNN menegaskan bahwa kedua lembaga memiliki banyak persamaan arah dan irisan tugas yang dapat disinergikan demi melindungi generasi bangsa.

Ia menyebutkan bahwa BNN saat ini secara khusus mengembangkan program Gerakan Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika (ANANDA BERSINAR) sebagai bentuk perhatian terhadap perlindungan anak dari bahaya narkoba.

“BNN dan Kementerian PPPA memiliki tujuan yang sama: melindungi anak dan remaja. Kesamaan ini membuka peluang besar untuk menciptakan program yang lebih luas jangkauannya,” ujar Suyudi Ario Seto.

Ia juga menjelaskan bahwa peringatan HANI tahun ini tidak akan diisi dengan kegiatan seremonial berskala besar. Sebaliknya, BNN ingin mengoptimalkan momen tersebut dengan menggandeng Kementerian PPPA agar menghasilkan kegiatan yang lebih nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kami ingin kolaborasi ini memberikan manfaat yang lebih besar, bukan sekadar seremonial. Dengan menggabungkan kekuatan, pesan bahaya narkoba dan pentingnya perlindungan anak dapat tersampaikan lebih luas dan menyentuh banyak pihak,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri PPPA menyambut baik ajakan kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa perlindungan anak dari berbagai ancaman, termasuk narkotika, menjadi tanggung jawab bersama.

“Kami melihat banyak program di Kementerian PPPA yang dapat diselaraskan dengan upaya BNN. Jika disinergikan, dampaknya akan jauh lebih besar dan terasa oleh anak-anak di seluruh Indonesia,” tegas Arifatul Choiri Fauzi.

Selain membahas rangkaian peringatan hari besar nasional, kedua pihak juga sepakat untuk memperbarui kerja sama yang sebelumnya telah berakhir pada tahun 2025.

Sebagai langkah nyata, BNN dan Kementerian PPPA akan segera membentuk tim kerja bersama untuk menyusun rencana program yang berkelanjutan, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari narkoba bagi anak-anak Indonesia.

Bagikan :