Makassar-BNI.co.id

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat STIKES Nani Hasanuddin Cabang Makassar Timur sukses menyelenggarakan Seminar Regional Kesehatan dan Maritim di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (5/6/2026).

Mengusung tema “Respon Mahasiswa Kesehatan dan Maritim Dalam Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Berbasis Pemanfaatan Hasil Laut Berkelanjutan”, kegiatan ini dihadiri sekitar 60 peserta dari berbagai latar belakang keilmuan.

Acara ini turut dihadiri jajaran pengurus HMI Cabang Makassar Timur, para Ketua Komisariat se-Cabang Makassar Timur, pimpinan lembaga internal dan eksternal Institut Nani Hasanuddin, serta perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar yang memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Kegiatan dibuka secara resmi dengan sambutan utama Rektor Institut Nani Hasanuddin, Sri Darmawan, SKM., M.Kes. Dalam pidatonya, ia memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif HMI yang dinilai mampu menciptakan ruang diskusi konstruktif dan bernilai strategis.

“Baru saya sadari bahwa banyak orang-orang hebat yang berada di sekitar saya. Kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu menghadirkan forum produktif dan memberikan kontribusi pemikiran bagi bangsa,” ungkap Sri Darmawan dengan rasa bangga.

Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Makassar Timur, Ikrar Ridha, menegaskan bahwa forum ini diharapkan mampu melahirkan gagasan kritis terkait implementasi Program MBG.

Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal setiap program nasional agar berjalan sesuai tujuan dan tepat sasaran.

“Kami berharap forum ini menghadirkan nilai-nilai kritis dalam melihat pelaksanaan Program MBG. Mahasiswa harus mampu menjadi mitra kritis pemerintah dalam mengawal kebijakan yang menyangkut kepentingan masyarakat luas,” tegas Ikrar.

Senada dengan itu, Ketua Umum HMI Komisariat STIKES Nani Hasanuddin, Ahmad Fauzan Suneth, menekankan posisi HMI sebagai organisasi yang tidak hanya bergerak di ruang akademik, tetapi juga peduli pada persoalan umat dan bangsa. Ia menegaskan sikap organisasi dalam merespons kebijakan negara.

“HMI tidak hadir hanya untuk mendukung atau menolak suatu kebijakan. HMI hadir untuk mengkritisi, mengawal, sekaligus memberikan solusi agar setiap kebijakan benar-benar berpihak kepada kepentingan umat dan masyarakat,” ujar Fauzan.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk aktif mengikuti agenda organisasi, termasuk pelantikan Korps HMI-Wati (KOHATI) yang akan datang, mengingat peran strategis perempuan sebagai penggerak perubahan sosial dan pembangunan bangsa.

Pada sesi pemaparan materi, Dinda Tri Lestari, S.Gz., M.Gz, akademisi Program Studi S1 Gizi Institut Nani Hasanuddin, menjelaskan bahwa keberhasilan Program MBG tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan makanan, melainkan kualitas kandungan gizi yang disajikan.

Ia menyoroti peran vital tenaga gizi di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memastikan standar gizi terpenuhi secara maksimal.

Sementara itu, pemateri kedua, Andi Muhammad Wahyudi Suyuti, S.St.Pi, Penyuluh Perikanan Ahli Pertama, memaparkan potensi besar sektor kelautan dalam mendukung keberhasilan program ini.

Ia menyampaikan berbagai inovasi olahan hasil laut yang telah dikembangkan pelaku UMKM dan kini menjadi mitra penyedia bahan pangan bagi sejumlah SPPG.

Menurutnya, pemanfaatan hasil laut secara berkelanjutan bukan hanya solusi pemenuhan kebutuhan protein masyarakat, tetapi juga cara mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir melalui pemberdayaan UMKM perikanan.

Melalui kegiatan ini, HMI Komisariat STIKES Nani Hasanuddin berharap lahir berbagai gagasan dan rekomendasi konkret yang dapat menjadi masukan berharga bagi pemerintah dalam mengoptimalkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Selain menjadi ruang diskusi akademik, seminar ini juga menjadi bukti nyata kolaborasi lintas keilmuan antara mahasiswa kesehatan dan maritim dalam merespons kebijakan nasional secara kritis, ilmiah, dan solutif demi kesejahteraan masyarakat.

Bagikan :