BNI.com//Merangin-Jambi – Warga setempat sangat merasa di rugikan oleh pihak pengurus Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang menelan biaya hingga 500 juta di kecamatan lembah mensurai, desa Tanjung berugo. 9 Februari 2023.
“Salah satu warga menelpon awak media lalu menceritakan tentang di desa Tanjung sangat resah akibat aliran pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) diduga asal jadi
Beberapa rumah warga banyak elektronik rusak, bahkan puluhan bola tiap rumah putus. Akibat aluran listrik PLTA. “Asal jadi,” kata sumber yang tidak mau menyebutkan jati dirinya.
Menurut keterangan dari pemborong PLTA tersebut, awak media komunikasi lewat TLP, kami sudah mengirimkan personil, untuk memeriksa tenaga listrik PLTA tersebut dan kami akan ganti kabel pipa yang baru.
Saat di kompirmasi, mantan kades tanjung berugo jangkat sebelum menjabat sebagai kades, “kesalahan gangguan listrik PLTA tersebut pengaruh kabel listrik PLTA yang tidak sesuai dengan ukuran daya di putar oleh kincir air.
Keterangan pemborong PLTA kepada mantan kades tanjung berugo, jalan satu-satunya listrik PLTA tersebut bisa stabil, harus di ganti kabel yang besar, dan alat kapasitor pembagian api setiap rumah,” terangnya.
Diminta pihak pemerintah setempat mohon perhatiannya agar warga desa Tanjung berugo, kecamatan lembah mensurai,dapat menikmati PLTA,” harap warga.






