Luwu Utara-BNI.co.id
Aktivitas penyaluran bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di SPBU Uraso, Kabupaten Luwu Utara, menuai keluhan dan protes dari masyarakat.
Hal ini lantaran masyarakat menilai manajemen SPBU tersebut diduga lebih mengutamakan penyaluran kepada para pelangsir dibandingkan konsumen umum.
Salah seorang sopir yang enggan disebutkan identitasnya mengaku kecewa dengan praktik yang terjadi di lokasi tersebut. Menurutnya, antrean panjang kerap kali tidak menjamin masyarakat bisa mendapatkan pasokan energi tersebut.
“Kami berharap pihak yang berwenang bisa menertibkan aktivitas penyaluran BBM bersubsidi karena sudah sangat keterlaluan. Sekarang ini, kalau sudah ada tujuh mobil yang antre, mending pulang saja Pak, pasti tidak dapat,” ungkap sopir berinisial A (35), saat ditemui di depan SPBU setempat, Minggu malam (29/3/2026) sekitar pukul 20.30 WITA.
Lebih jauh, ia mengungkapkan bahwa jerigen-jerigen dan kendaraan milite oknum tertentu seringkali didahulukan untuk mengisi solar subsidi. Ia menilai, kondisi di SPBU Uraso merupakan yang paling parah dibandingkan lokasi lainnya di wilayah Luwu Utara.
“Di antara SPBU Pertamina yang ada di Luwu Utara, disini yang paling parah Pak. Kalau solar masuk delapan ton, paling banyak dijual ke umum itu hanya dua ton. Selebinya, pelangsir yang berkuasa disini Pak,” tegasnya.





