Luwu Utara-BNI.co.id
Kasus dugaan pemarangan yang terjadi di Desa Munte, Kecamatan Tanalili, Kabupaten Luwu Utara, kembali menjadi sorotan tajam. Minggu 10 Mei 2026.
Hal ini menyusul kekecewaan keluarga korban yang mempertanyakan sikap kepolisian yang belum melakukan penahanan terhadap terduga pelaku, padahal bukti berupa rekaman video kejadian sudah diserahkan ke pihak berwajib.
Salah satu perwakilan keluarga korban mengungkapkan bahwa bukti rekaman video telah diserahkan langsung kepada pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Bone-Bone pada hari Rabu atau Kamis lalu.
Dalam rekaman tersebut, terlihat jelas bagaimana peristiwa itu berlangsung. Terduga pelaku terlihat memegang parang, sementara kedua orang tuanya terlihat membawa serta melempar batu secara membabi buta ke arah korban.
“Di dalam video itu sudah terlihat jelas, pelaku memegang parang dan orang tuanya memegang batu lalu melemparnya dengan sembarangan. Bukti ini sudah kami serahkan ke Polsek pada hari Rabu kemarin,” ujar keluarga korban saat ditemui awak media, Minggu (10/5/2026).
Menurut penilaian keluarga, bukti rekaman tersebut sudah cukup kuat dan memperjelas kronologi kejadian serta keterlibatan pihak-pihak yang terlibat dalam insiden berdarah itu.
Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tindakan penahanan atau pengamanan yang dilakukan kepolisian terhadap para tersangka, padahal korban menderita luka yang cukup parah akibat kejadian tersebut.
Diketahui, dalam peristiwa itu korban mengalami luka serius di bagian tangan, di mana jari kelingkingnya putus dan jari manisnya hampir putus akibat tebasan parang.
Kondisi ini membuat keluarga korban semakin mengecam penanganan kasus yang dinilai berjalan lambat dan belum menunjukkan hasil nyata.
Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Bone-Bone, AKP Muhajir, mengakui bahwa pihaknya telah memanggil dan mendatangkan terduga pelaku ke kantor kepolisian. Namun, hingga saat ini penahanan belum dapat dilakukan karena proses hukum masih dalam tahap pendalaman.
“Kemarin pelaku sudah datang ke Polsek, tapi belum ditahan karena statusnya belum terbukti sepenuhnya. Bagian Reskrim masih mengumpulkan dan meminta keterangan tambahan dari berbagai pihak,” ungkap Muhajir melalui pesan singkat WhatsApp.
Ia juga menjelaskan bahwa pihak penyidik masih terus mendalami kasus ini, termasuk kemungkinan mencari alat bukti lain yang dapat memperkuat laporan. Salah satunya adalah dengan mencari rekaman video lain yang mungkin dimiliki oleh warga sekitar atau saksi mata.
“Masih butuh pendalaman keterangan lebih lanjut. Siapa tahu ada rekaman video lain yang bisa kita dapatkan, rencananya Reskrim akan mendalami hal ini kembali secara menyeluruh,” tambahnya.
Sampai saat ini, masyarakat dan keluarga korban masih menunggu langkah tegas dari kepolisian agar kasus ini segera terungkap dan para pihak yang bertanggung jawab dapat segera diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.






