BNI.com//Bitung-Sulut – Babak Baru Sejumlah petinggi di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Bitung diduga terlibat dalam kasus manipulasi data kependudukan.

Sinyalemen tersebut mulai terkuak pasca salah satu oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di instansi tersebut, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Polres Bitung beberapa pekan lalu. Disinyalir keterlibatan sejumlah petinggi di Dinas Dukcapil tersebut, sudah diketahui kuasa hukum dari oknum PNS yang terjaring OTT.

Fahry Lamato menyebut, pihaknya sudah mengantongi tanda-tanda adanya dugaan keterlibatan dari sejumlah petinggi di Dinas Dukcapil Kota Bitung.

“Dugaan keterlibatan para petinggi di dinas tersebut, terkait dengan kasus kejahatan terhadap data kependudukan sudah ada. Dugaan tersebut terungkap dari klien saya sendiri. Sudah ada pengakuan dari yang bersangkutan,” ungkap Fahry, Kamis (11/05/2023).

Ia kemudian menghimbau kepada sejumlah petinggi di Dinas Dukcapil Kota Bitung, yang diduga terlibat, untuk tidak mempersulit kliennya yang kini sudah ditahan Mapolres Kota Bitung.

“Sedikit bocoran mengenai dugaan keterlibatan. Klien saya ini bisa mengantongi ID dan password, pasti atas persetujuan dari pejabat yang membidanginya.

Dari bidang tersebut tentunya ada pejabat yang lebih tinggi lagi yang mengawasi, selaku penanggung jawab tertinggi. Jadi jangan persulit tentang perkara yang tengah ditangani oleh Aparat Penegak Hukum (APH),” tandasnya.

Juga, sudah menjadi tugasnya untuk memberikan kepastian hukum terhadap kliennya. Ia kemudian tak menampik jika kliennya itu sudah melakukan kesalahan, yang tentunya tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Perlu diketahui Klien saya saat ini sudah ditahan, dan untuk itu saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kapolres dan Kasat Reskrim Polres Bitung beserta jajarannya, dalam hal penegakkan hukum di Kota Bitung sambil tentunya kami mendukung semua langkah yang diambil agar supaya siapapun yang terlibat dalam perkara tersebut harus diusut tuntas.

Dengan demikian, langkah yang akan ditempuh kedepannya yaitu dengan mengajukan Justice Collaborator. Klien saya menyatakan bersedia bekerja sama dengan penegak hukum dalam perkara tersebut” sahutnya.

Sementara itu, Kadis Dukcapil Kota Bitung Danny Salindeho, saat dikonfirmasi menjelaskan jika pihaknya belum mendapat informasi tentang hal tersebut. “Kami belum dapat info, lebih jelas tanya penyidik, karena kasus ini masih proses penyidikan.”

Sebelumnya, Kanit Polres Bitung IPDA Demron Talolang, yang menangani Kasus tersebut, memastikan akan melakukan pemanggilan untuk pemeriksaan terhadap Kadis Dukcapil Kota Bitung, dalam penyidikan dugaan kasus manipulasi data kependudukan. “Kadis Dukcapil pasti dipanggil, selaku penanggung jawab instansi tersebut,” ujar Kanit kepada

Sejumlah awak media di Mapolres Bitung.
Menurutnya, kasus dugaan manipulasi data kependudukan yang dilakukan oleh oknum PNS yang terjaring OTT bersama kroninya, adalah rentetan dengan kasus tahun 2022.

Dengan begitu, belum memastikan Kadis Dukcapil yang sedang menjabat saat ini atau sebelum-sebelumnya yang akan dipanggil.

Makanya kami belum menyebutkan nama, tapi intinya Kadis akan dipanggil. Kadis sekarang atau sebelumnya tidak menutup kemungkinan akan dipanggil, tandasnya.

Laporan: Theresia

Bagikan :