BNI.com/Kab.Batu Bara -Sumut-Berita duka, mantan Gubernur Sumut ke-15, H. Syamsul Arifin meninggal dunia usai menjalani perawatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.
Menurut informasi, H. Syamsul Arifin meninggal dunia hari ini Selasa (17/10/2023) sekitar pukul 12.45 WIB.
“Tadi sekitar pukul 12.45 WIB, Bapak meninggal dunia di rumah sakit,” kata stafnya Haris.
Kabarnya, almarhum H Syamsul Arifin akan dibawa ke Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat untuk di kebumikan.
Kabar meninggalnya H. Syamsul Arifin juga tersiar pesan berantai di grup WhatsApp. “Innalillahi wainnailaihi raji’un. Telah berpulang kerahmatullah Bapak H. Syamsul Arifin, S.E, hari ini di RSPAD Jakarta. Rencana Almarhum dibawa ke Pangkalan Brandan,” kabar pesan di WhatsApp.
Dikutip dari laman Wikipedia, Syamsul adalah Gubernur Sumatera Utara pertama yang terpilih melalui pemilihan umum secara langsung, seiring dengan perubahan demokratisasi di Indonesia.
Sebelum menjabat sebagai Gubernur, Syamsul menjabat Bupati Langkat periode 1999-2004, dan terpilih kembali pada periode 2004–2008. Mantan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia daerah Sumatera Utara, Ketua Umum Pengurus Besar Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI).
Lalu kemudian, Ia terpilih sebagai Ketua Umum MABMI secara berturut-turut sejak 2005 hingga sekarang.
Syamsul lahir di Kota Medan, 25 September 1952 dari pasangan Hasan Basri atau lebih dikenal dengan Hasan Perak dan Fadlah.
Hasan merupakan seorang pejuang kemerdekaan Indonesia yang terlibat dalam pertempuran di Pangkalan Brandan. Saat itu, Hasan berpangkat Sersan Mayor (Serma).
Syamsul menikah dengan Datin Seri Hj. Fatimah Habiebie pada 26 Mei 1974 dan dikaruniai tiga orang anak, diantaranya Beby Arbiana dan Aisia Samira, dan Farid Nugraha telah meninggal dunia. Adiknya adalah Syah Afandin yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas Bupati Langkat.
Syamsul juga pernah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Langkat Fraksi Golongan Karya (1977-1982 & 1982-1987).
Bupati Langkat (1999-2004 dan 2004-2008)
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) tahun 2008-2011.
Syamsul memiliki sejarah panjang di bidang politik. Ia terjun ke dunia politik ditandai bergabungnya dengan Partai Golongan Karya hingga diberhentikan partai pada 12 Februari 2008 bersama Abdul Wahab Dalimunthe. Alasannya diberhentikan dikarenakan ia melanggar etika partai.
Tidak sampai setahun sejak terpilihnya Syamsul Arifin sebagai Gubernur Sumatera Utara, Partai Golkar yang saat itu mengusung Ali Umri sebagai calon Gubernur Sumatera Utara merasa menyesal pernah memecat Syamsul. Pada akhirnya, Partai Golkar mengajak kembali dan merehabilitasi nama Syamsul. (Andi R).






