Makassar-BNI.co.id

Pemadaman listrik yang belakangan ini kerap terjadi di wilayah Makassar dan sekitarnya mulai menuai keluhan dari masyarakat, khususnya para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Minggu 1 November 2026.

Kondisi tersebut dinilai sangat merugikan karena mengganggu aktivitas usaha, menurunkan omzet penjualan, hingga berpotensi menyebabkan kerusakan pada peralatan elektronik.

Salah satu keluhan datang dari seorang penjual Coto yang berdomisili di Jalan Bontoduri 7, Lorong 4, Makassar, yang dalam pemberitaan ini disebut dengan nama samaran Mustika.

Menurut Mustika, pemadaman listrik yang terjadi berulang kali sangat berdampak terhadap kelangsungan usahanya.

Sebagai pelaku usaha kuliner, ia sangat bergantung pada pasokan listrik untuk menunjang aktivitas sehari-hari, terutama dalam menjaga kualitas dan kesegaran bahan makanan.

“Kalau listrik sering padam, tentu sangat merugikan. Aktivitas usaha menjadi terganggu dan pelanggan juga bisa berkurang. Dampaknya tentu terasa pada omzet penjualan,” ungkapnya.

Ia juga mengkhawatirkan dampak pemadaman listrik terhadap sejumlah peralatan elektronik yang digunakan untuk menunjang usahanya, seperti freezer dan kulkas.

Pasalnya, pemadaman maupun kondisi listrik yang kembali menyala berpotensi mengganggu kinerja peralatan tersebut, bahkan dapat menimbulkan kerusakan apabila terjadi gangguan kelistrikan.

Bagi pelaku usaha kuliner, keberadaan freezer dan kulkas bukan sekadar perlengkapan tambahan, melainkan kebutuhan utama untuk menyimpan bahan makanan agar tetap segar dan layak digunakan.

Jika peralatan tersebut mengalami kerusakan, pelaku UKM tentu harus menanggung biaya perbaikan atau penggantian yang tidak sedikit. Belum lagi risiko bahan makanan rusak akibat tidak tersimpan pada suhu yang semestinya.

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena UKM merupakan salah satu penggerak roda perekonomian masyarakat. Banyak pelaku usaha kecil yang menggantungkan penghasilan sehari-hari dari aktivitas perdagangan dan jasa.

Pemadaman listrik yang terjadi berulang kali, terlebih jika tanpa pemberitahuan yang memadai, dapat menghambat produktivitas serta menambah beban pengeluaran para pelaku usaha.

Mereka tidak hanya kehilangan kesempatan memperoleh keuntungan, tetapi juga harus menghadapi risiko kerugian akibat terganggunya operasional usaha.

Atas kondisi tersebut, masyarakat berharap pihak PLN, khususnya unit pelayanan yang bertanggung jawab atas wilayah Makassar, dapat memberikan penjelasan terkait penyebab seringnya terjadi pemadaman listrik.

Selain itu, PLN diharapkan meningkatkan kualitas pelayanan dan keandalan jaringan listrik agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak terus terganggu.

Jika memang terdapat pemeliharaan jaringan atau pekerjaan teknis yang mengharuskan terjadinya pemadaman, masyarakat berharap informasi disampaikan lebih awal sehingga pelaku usaha dapat mempersiapkan langkah antisipasi.

Persoalan ini bukan semata-mata tentang listrik yang padam, tetapi juga menyangkut keberlangsungan usaha kecil dan nasib masyarakat yang menggantungkan hidup dari usaha sehari-hari.

Jangan sampai pemadaman listrik yang terus berulang justru menjadi beban tambahan bagi pelaku UKM yang sedang berjuang mempertahankan usahanya.

Masyarakat membutuhkan pelayanan listrik yang andal, bukan ketidakpastian yang berpotensi menggerus pendapatan mereka.

Bagikan :