Samarinda-BNI.co.id
Gelombang protes masyarakat Kalimantan Timur dipastikan akan memasuki babak baru yang lebih masif dan tegas. Tidak lagi hanya mengandalkan jalur politik melalui mekanisme hak angket di DPRD, Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur kini resmi menggeser fokus perjuangan ke ranah hukum. Senin 18 Mei 2026.
Sebuah aksi unjuk rasa besar-besaran bertajuk Aksi Akbar Jilid III dijadwalkan akan mengguncang Kota Samarinda pada Kamis, 21 Mei 2026 mendatang.
Dalam aksi skala besar ini, ribuan massa direncanakan akan bergerak serentak. Titik awal gerakan akan berpusat di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim, sebelum akhirnya massa melakukan perjalanan kaki atau long march menuju Kantor Gubernur Kaltim.
Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk tekanan nyata agar Kejati, Kejaksaan Agung (Kejagung), hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan langsung dan melakukan evaluasi total terhadap berbagai kebijakan yang diterbitkan oleh Pemerintah Provinsi Kaltim.
Koordinator Lapangan Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim, Erly Sopiansyah, menegaskan bahwa pemilihan tanggal dan perubahan sasaran lokasi aksi bukanlah keputusan sembarangan. Menurutnya, ini adalah strategi matang untuk memberikan tekanan ganda, baik secara politik maupun hukum, kepada pihak berwenang.
“Rencana pergerakan akan kita mulai dari Kantor Kejati Kaltim, kemudian dilanjutkan dengan long march menuju Kantor Gubernur Kaltim. Kami menuntut adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Pemprov Kaltim serta meminta atensi khusus dari Kejagung dan KPK untuk menyisir potensi pelanggaran yang ada,” ungkap Erly kepada BNI.co.id.
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa pergerakan masyarakat kini telah melangkah lebih jauh, keluar dari koridor legislatif yang selama ini dianggap belum memberikan hasil maksimal, dan membawa tuntutan mereka langsung ke pintu gerbang penegak hukum dan eksekutif.
Kekuatan dan skala gerakan jelang tanggal 21 Mei ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Persiapan dilakukan secara sangat sistematis dan terorganisir. Hingga saat ini, Aliansi telah mendirikan sekitar 6 hingga 8 posko taktis yang tersebar di dalam maupun luar Kota Samarinda.
Posko-posko ini berfungsi mengawal kelancaran mobilisasi massa yang datang dari berbagai penjuru daerah di Kalimantan Timur.
Berdasarkan data konsolidasi terbaru, antusiasme masyarakat luar biasa tinggi. Dari target awal yang ditetapkan sebanyak 4.000 peserta, setidaknya 3.000 orang telah mengonfirmasi kehadiran mereka. Jumlah ini merupakan gabungan kekuatan dari 102 organisasi yang berasal dari 8 kabupaten dan kota se-Kaltim.
“Ini sudah sangat mendekati target yang kami canangkan. Jumlah peserta masih sangat berpotensi terus bertambah kuat hingga hari pelaksanaan aksi nanti,” ujar Erly dengan penuh antusias
Menyatunya kekuatan elemen masyarakat dari berbagai daerah membuat agenda 21 Mei diprediksi akan menjadi salah satu unjuk rasa terbesar yang pernah mengguncang Kota Samarinda sepanjang tahun 2026.
Pemerataan kekuatan massa yang datang dari berbagai latar belakang organisasi menunjukkan bahwa tuntutan ini merupakan aspirasi luas masyarakat Kaltim.
Menjelang hari H, pihak kepolisian dan aparat keamanan diminta bersiaga penuh. Sementara itu, masyarakat umum dan pengguna jalan diimbau untuk mulai mengantisipasi kepadatan lalu lintas serta pergerakan massa di rute utama, khususnya jalur yang menghubungkan Kantor Kejati hingga Kantor Gubernur Kaltim. Situasi diprediksi akan memanas dan menjadi sorotan utama publik dalam beberapa hari ke depan.





