Samarinda-BNI.co.id

Politeknik Pertanian Negeri Samarinda (Politani Samarinda) bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kalimantan Timur secara resmi meluncurkan aplikasi pembelajaran Bahasa Kutai berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama ETAM-EDU. Pengembangan aplikasi ini merupakan bagian dari program kolaborasi riset KRIS 2025.

ETAM-EDU dirancang sebagai media pembelajaran interaktif yang mudah diakses melalui perangkat digital. Aplikasi ini menghadirkan fitur game edukasi, puzzle huruf, kamus digital Kutai–Indonesia, serta chatbot AI untuk percakapan ringan menggunakan Bahasa Kutai. Rabu 3 Desember 2025.

Kepala P3KM Politani Samarinda, Andi Lisnawati, SP., M.Si., menyampaikan bahwa ETAM-EDU hadir sebagai inovasi untuk menjawab tantangan berkurangnya minat generasi muda dalam menggunakan bahasa daerah.

Sementara itu, Kepala BRIDA Kaltim, Dr. M. Ir. H. Fitriansyah, S.T., M.M., menegaskan bahwa pelestarian Bahasa Kutai merupakan bagian penting dari pelestarian identitas budaya Kalimantan Timur.

Pengembangan aplikasi ETAM-EDU melibatkan tim peneliti: Reza Andrea, Syafei Karim, Fajar Ramadhani, Dr. Andi Lisnawati, dan Dr. H. Nursobah.

Ke depan, tim akan menambahkan fitur pengenalan suara, audio pronunciation, serta materi budaya dan cerita rakyat untuk meningkatkan kualitas konten pembelajaran.

Dengan hadirnya ETAM-EDU, Politani Samarinda dan BRIDA Kalimantan Timur berharap pembelajaran Bahasa Kutai dapat menjadi lebih menarik, mudah diakses, dan relevan bagi generasi saat ini serta yang akan datang.

Bagikan :