Luwu Utara-BNI.co.id
SDN 047 Bumi Harapan, Kecamatan Baebunta,Kqb.Luwu Utara Sulawesi Selatan telah menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan melibatkan seluruh elemen sekolah.
Kepala sekolah, yang berbeda keyakinan, turut memberikan sambutan dalam acara yang diselenggarakan oleh guru dan siswa muslim SDN 047 Bumi Harapan.
Acara ini dihadiri oleh ketua komite sekolah, guru, dan siswa. Sebagai agenda tahunan, kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter religius dan akhlak mulia siswa, serta mengenang sejarah Nabi Muhammad SAW. Peringatan dilaksanakan pada hari Kamis, 25 September 2025, di ruang kelas.
Kepala SDN 047 Bumi Harapan, Urbanus Pagiling, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah wujud kebersamaan dan toleransi antarumat beragama.
Ia mengajak siswa untuk meningkatkan ketaatan kepada Tuhan dan meneladani jejak Nabi Muhammad SAW.
“Kegiatan ini berdimensi ibadah dan selaras dengan profil lulusan kurikulum saat ini, yaitu membentuk keimanan dan ketakwaan.
Tujuan utama peringatan Maulid tahun ini adalah meneladani sikap Rasulullah SAW dalam membentuk karakter anak bangsa yang berakhlak mulia,” ujarnya.
Rangkaian acara berlangsung dengan meriah, meliputi penampilan siswa, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, pembacaan sholawat,baca puisi,serta sambutan dari kepala sekolah dan ketua komite.
Penyiapan “pohon telur” menjadi hiasan khas yang memeriahkan peringatan Maulid, disertai doa bersama.
“Persiapan kegiatan ini diinisiasi oleh guru agama Islam, yang kemudian dikolaborasikan dengan seluruh guru dan siswa. Antusiasme anak-anak sangat tinggi,” jelasnya.
Partisipasi aktif juga datang dari guru dan siswa non-Muslim, yang menunjukkan rasa kebersamaan dan toleransi antarumat beragama. Acara ini dihadiri oleh kepala sekolah, ketua komite sekolah, guru, termasuk guru non-Muslim, yang memberikan dukungan penuh.
Persiapan yang dilakukan oleh guru dan siswa meliputi menghias pohon telur dan menyiapkan bingkisan bagi siswa, dengan variasi hiasan yang lebih beragam dari tahun sebelumnya.
Ketua Komite Sekolah, Mikson, serta kepala sekolah dan guru berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga mampu membentuk karakter siswa.
“Kami berharap setiap tema yang kami usung dapat diimplementasikan, tidak hanya di sekolah, tetapi juga di rumah,” tuturnya.






