Jakarta-BNI.co.id

Musara Gayo Jabodetabek (MGJ) telah melaksanakan Musyawarah Besar (MUBES) ke-VIII. Forum tertinggi organisasi tersebut digelar menyusul berakhirnya masa bakti kepengurusan MGJ periode 2022–2026.

Pelaksanaan MUBES VIII berlangsung lancar, tertib dan sukses sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Musara Gayo. Sabtu (4/10/2026).

Ketua Panitia MUBES VIII, Prima Mas Ariyoga, SH, mengatakan bahwa MUBES merupakan forum tertinggi organisasi yang memiliki fungsi penting dalam melakukan evaluasi kepengurusan sekaligus menentukan kepemimpinan organisasi untuk periode berikutnya.

Dalam MUBES VIII tersebut, peserta hanya mengusulkan satu nama calon Ketua Umum, yakni Drs. Tgk. Almujaini Abdul Karim, yang merupakan incumbent Ketua MGJ periode sebelumnya.

Penasehat MGJ periode 2022–2026, Alwien Desry, SH, MH, yang juga merupakan pengacara senior asal Gayo, menyampaikan bahwa pelaksanaan MUBES dilakukan untuk memastikan keberlanjutan roda organisasi dan menghindari terjadinya kekosongan kepengurusan.

“Pengurus Musara Gayo Jakarta periode 2022–2026 telah berakhir masa baktinya.

Untuk menjaga agar tidak terjadi kevakuman kepengurusan, maka pada tanggal 4 Oktober 2026 telah dilaksanakan Musyawarah Besar MGJ ke-VIII dengan lancar, tertib dan sukses sesuai dengan AD/ART Musara Gayo,” ujar Alwien.

Ia menjelaskan, dalam proses pemilihan Ketua Umum pada MUBES VIII hanya terdapat satu calon yang diajukan oleh peserta, yaitu Drs. Tgk. Almujaini Abdul Karim.

“Pada MUBES kali ini hanya muncul satu calon, yaitu incumbent Bapak Drs. Tgk. Almujaini Abdul Karim. Oleh karena itu, peserta secara aklamasi dan suara bulat memilih kembali beliau sebagai Ketua Musara Gayo Jabodetabek periode 2026–2030,” tegas Alwien.

Dengan hasil tersebut, Drs. Tgk. Almujaini Abdul Karim kembali dipercaya memimpin Musara Gayo Jabodetabek untuk masa bakti 2026–2030.

Pemilihan secara aklamasi tersebut menjadi bagian dari keputusan MUBES VIII sekaligus menunjukkan adanya kesepakatan peserta dari berbagai Rayon Musara Gayo se-Jabodetabek dalam menetapkan kepemimpinan organisasi untuk periode mendatang.

MUBES VIII juga menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi dan persaudaraan masyarakat Gayo di wilayah Jabodetabek, sekaligus menjaga nilai-nilai adat dan budaya Gayo.

Semangat tersebut tercermin dalam nilai-nilai adat Gayo “Mukemel, Bersikemelen, Mutentu”, yang menjadi bagian penting dalam membangun kebersamaan, kehormatan, kepedulian dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan berakhirnya MUBES VIII dan ditetapkannya kepengurusan baru, Musara Gayo Jabodetabek diharapkan dapat terus memperkuat persatuan warga Gayo di Jabodetabek serta melestarikan adat, budaya dan nilai-nilai luhur Gayo.

Bagikan :