Samarinda-BNI.co.id

Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) mengambil langkah berani dengan membedah catatan keuangan mereka secara transparan ke hadapan publik pada Senin (27/4/2026).

Langkah ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah pernyataan sikap bahwa integritas gerakan tidak boleh dinodai oleh spekulasi rupiah.

Koordinator Lapangan Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim, Erli Sopian, mengungkapkan bahwa total dana yang berhasil dihimpun mencapai *Rp34.000.236*.

Ia menegaskan bahwa angka tersebut murni berasal dari sumbangan swadaya warga Kaltim, bukan dari kantong korporasi.

“Dana ini bukan sekadar angka di atas kertas. Ini adalah akumulasi harapan masyarakat yang dititipkan kepada kami. Setiap rupiah adalah bukti sahih solidnya gerakan ini,” tegas Erli dalam konferensi pers di Samarinda.

*Rincian Penggunaan Dana*

Dalam keterangannya, aliansi membeberkan bahwa sebesar *Rp31.869.500* telah dialokasikan untuk membiayai aksi lapangan besar-besaran pada 21 April lalu. Berikut adalah rincian penggunaannya:

– Logistik dan Konsumsi

– Alat Peraga dan Sound System

– Operasional Lapangan

Saat ini, saldo yang tersisa sebesar *Rp2.366.500*. Dana sisa tersebut dipastikan tidak akan mengendap, melainkan disiapkan sebagai modal awal untuk rencana aksi lanjutan yang tengah digodok oleh tim aliansi.

*Pernyataan Sikap dan Tuntutan Resmi*

Senada dengan transparansi tersebut, Sekretaris Aliansi, Sapta Guspiani, menekankan bahwa kejujuran finansial adalah harga mati untuk menjaga kepercayaan publik.

“Kami ingin membuktikan bahwa gerakan ini dikelola dengan integritas yang jauh lebih sehat dibandingkan sistem yang kami kritik,” ujarnya tajam.

Bersamaan dengan laporan keuangan tersebut, Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim secara resmi merilis pernyataan sikap sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap persoalan keadilan sosial dan penegakan hukum di Kaltim. Terdapat empat poin utama yang ditekankan:

1. *Transparansi Kebijakan:* Mendesak adanya akuntabilitas dalam setiap kebijakan yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.

2. *Penegakan Hukum yang Adil:* Meminta aparat penegak hukum bertindak tegas dan tidak tebang pilih.

3. *Pengawalan Publik:* Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal proses kebijakan publik secara konstruktif.

4. *Komitmen Berkelanjutan:* Menyatakan komitmen untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Kalimantan Timur secara konsisten.

*Pesan Kuat untuk Pemerintah*

Aksi yang tercatat sebagai salah satu mobilisasi massa terbesar tahun ini di Kaltim tersebut mengirimkan pesan kuat kepada pemerintah daerah. Dengan dibukanya “dapur” keuangan aliansi, bola panas kini berada di tangan pemangku kebijakan.

Publik kini menanti, sejauh mana pemerintah berani bersikap transparan dan responsif terhadap tuntutan rakyat, sebagaimana aliansi telah membuktikan transparansi mereka sendiri kepada khalayak Kalimantan Timur.

Bagikan :