Samarinda-BNI.co.id
Situasi di depan Lamin Etam, Kantor Gubernur Kalimantan Timur, kembali memanas setelah muncul rencana pembongkaran Posko 3 milik Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim. Pembongkaran tersebut dilakukan dengan alasan teknis pemasangan pagar kawat berduri dan pagar besi di area tersebut.
Rencana ini memicu reaksi keras dari para penjaga posko dan simpatisan aliansi yang telah bersiaga di lokasi sejak beberapa waktu lalu. Minggu 19 April 2026.
Berdasarkan keterangan di lapangan, pihak otoritas sebelumnya sempat berupaya mendirikan tenda di sekitar lokasi namun mendapat penolakan dari massa aksi.
Kini, skenario pengosongan area berubah menjadi alasan pemasangan barikade pengamanan permanen berupa kawat berduri.
Ifan, salah satu penjaga posko, menyatakan bahwa alasan yang diberikan oleh petugas di lapangan terus berubah-ubah.
“Kemarin izinnya mau ikut bangun tenda, sekarang instruksinya bongkar posko karena mau pasang pagar kawat.
“Kami melihat ini hanya cara untuk mengosongkan simbol perlawanan kami di sini,” tegasnya saat memberikan keterangan kepada media.
Ketegangan ini merupakan kelanjutan dari sikap konsisten Aliansi yang sebelumnya menolak bantuan logistik berupa truk roda enam yang dikirimkan oleh pihak Gubernur.
Massa aksi menegaskan bahwa perjuangan mereka bersifat mandiri dan tidak menerima bantuan dari pihak-pihak yang sedang mereka kritisi.
Karena pendekatan persuasif melalui pemberian logistik gagal, kini pihak pemerintah mulai mengerahkan personel Satpol PP untuk melakukan pendekatan lapangan terkait rencana sterilisasi area di depan Lamin Etam.
Menanggapi rencana pembongkaran tersebut, Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim menyatakan tidak akan bergeser satu langkah pun. Mereka menganggap posko tersebut adalah rumah aspirasi sah yang berdiri di atas tanah rakyat.
“Satu tiang pun tidak akan goyah. Kami akan bertahan sampai titik terakhir. Jika ada upaya pembongkaran paksa terhadap satu paku pun di posko ini, kami menganggap itu sebagai pernyataan tantangan terhadap seluruh masyarakat Kaltim yang sedang berjuang,” ujar perwakilan massa aksi di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, massa masih terkonsentrasi di Posko 3 untuk menjaga struktur bangunan dari potensi penggusuran paksa, sementara aparat pengamanan masih terus memantau situasi di sekitar Kantor Gubernur.






