Nabire-BNI.co.id
Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengajukan serangkaian permintaan kepada aparat militer Indonesia terkait situasi di Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah.
Dalam rilis pers yang diterima di Nabire pada Kamis (26/3/2026), juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom menyampaikan bahwa pihaknya meminta agar tidak ada intimidasi terhadap warga sipil serta penghentian pungutan liar di bandara perintis daerah tersebut.
TPNPB-OPM mencurigai oknum aparat militer telah mengambil alih seluruh penerbangan sipil di Intan Jaya, dengan memungut tiket sebesar Rp 2 juta untuk rute Intan Jaya – Nabire dan Intan Jaya – Timika.
Menurut sambom, uang hasil pungli tersebut diduga digunakan untuk kebutuhan makanan dan lainnya yang dikirim secara pribadi kepada keluarga oknum aparat di luar Papua, sementara petugas sipil dari maskapai penerbangan tidak dapat bekerja sesuai aturan setelah aparat mengambil alih tugas sebagai petugas bandara.
Selain itu, intelijen TPNPB-OPM juga melaporkan bahwa Bupati Intan Jaya telah membiarkan kejadian pungli tersebut sejak tahun 2025. Pihaknya juga menduga ada kerja sama antara Bupati Intan Jaya dan aparat militer untuk melakukan operasi militer di seluruh wilayah Intan Jaya.
“CCTV, CPU komputer dan alat-alat elektronik lainnya di kantor bupati sengaja dihilangkan, untuk menghilangkan barang bukti terkait kerja sama antara oknum aparat dan bupati,” ujar Sambom.
Meskipun kantor bupati dijaga ketat oleh aparat militer, TPNPB-OPM menyatakan bahwa oknum militer terus mengintimidasi warga sipil terkait kehilangan barang bukti tersebut.
Pihaknya menilai bahwa penghilangan barang elektronik tersebut bertujuan menyembunyikan keterlibatan aparat di kantor bupati, dan menganggap bahwa kerusakan kantor bupati ada keterlibatan aparat serta Bupati Intan Jaya yang tengah mengorbankan warga sipil di tengah konflik bersenjata.
“Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB meminta kepada aparat militer Indonesia untuk hentikan pungutan liar terhadap calon penumpang pesawat. Jika mau perang silakan perang melawan TPNPB,” tegas Sambom.
TPNPB-OPM juga mengimbau agar agen intelijen militer Indonesia segera keluar dari wilayah konflik bersenjata di Intan Jaya. “Jika tidak, Anda siap menjadi korban penyerangan,” pungkasnya.





