Makassar-BNI.co.id
PALASARA terus melangkah pasti sebagai Rumah Besar Adat yang menghimpun seluruh Lembaga Adat di Sulawesi Selatan dan Barat. Jumat 9 Mei 2025.
Dengan komitmen yang kokoh, PALASARA hadir bukan untuk mencari pamor politik, bukan pula alat dari kekuatan organisasi lain, melainkan sebagai wadah pelestarian nilai-nilai Adat secara tulus dan berkelanjutan.
Dalam menjalankan konsolidasi organisasi, PALASARA selalu menempatkan nilai etika adat sebagai panglima.
Sebelum bersilaturahmi dan memohon dukungan resmi dari Bupati Wajo, Presidium DPP PALASARA terlebih dahulu sowan
Dan meminta arahan serta nasihat dari PYM Andi Syahrazad Datu Pallawarukka, Datu Pammana ke-44, yang juga merupakan salah satu Deklarator PALASARA saat Proklamasi Adat pada 10 November 2024 di Maros.
Dalam petuahnya yang tegas namun penuh kearifan, PYM Datu Pammana menekankan pentingnya memilih Ketua DPW yang bukan hanya memiliki perhatian dan minat terhadap pelestarian Adat, tetapi juga memiliki kualitas sumber daya manusia yang baik serta jiwa organisatoris yang kuat.
Sebab, organisasi PALASARA tidak boleh berhenti pada tataran seremoni semata, melainkan harus menjadi motor penggerak dalam menyatukan seluruh Lembaga Adat yang berhimpun di bawah panji persatuan ini.
Sejalan dengan prinsip tersebut, PALASARA menegaskan struktur kelembagaannya dengan menempatkan Kepala Daerah sebagai Ketua Dewan Agung Lembaga Adat di tiap wilayah. Sebuah bentuk sinergi yang menjamin harmonisasi antara adat dan pemerintahan modern.
Karena itu, setiap DPW PALASARA hanya dapat berdiri atas restu dan persetujuan Kepala Daerah.
Ini bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi kuat untuk membangun kolaborasi produktif dalam pelestarian budaya yang hidup, mengakar, dan mengikat.
“Alhamdulillah, setelah sukses hadir di Selayar, Bulukumba, dan Pinrang, kini giliran Kabupaten Wajo menyambut PALASARA dengan suka cita.
Bupati Wajo menyatakan dukungan penuh, menegaskan komitmennya untuk memfasilitasi ruang gerak adat dan kebudayaan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan yang berakar pada nilai lokal.
PALASARA hadir untuk merawat kekuatan lama: kekuatan nilai, martabat, dan jati diri leluhur kita. Di tengah derasnya arus globalisasi yang kerap mengikis identitas, Palasara menjadi jangkar yang meneguhkan kembali akar tradisi agar tetap relevan dan bermartabat di era modern.
Mari bersama-sama membangun masa depan adat yang kuat dan bersatu. Bersama PALASARA, kita satukan suara-suara adat dalam satu Rumah Besar yang bermartabat dan berdaya.





