Takalar-BNI.co.id

Keselamatan di jalan raya tak cukup dijaga dengan rambu dan lampu lalu lintas. Kehadiran petugas di tengah arus kendaraan, terutama saat masyarakat memulai aktivitas, menjadi salah satu upaya mencegah pelanggaran dan menekan risiko kecelakaan.

Itulah yang dilakukan personel Satuan Lalu Lintas Polres Takalar melalui kegiatan Commander Wish pagi, Selasa (13/10/2026).

Sejak pukul 07.00 Wita, personel diterjunkan ke sejumlah titik rawan pelanggaran, kemacetan, dan kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Takalar.

Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat pada pagi hari, petugas mengatur arus kendaraan sekaligus memastikan pengguna jalan dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.

Pengawasan juga diarahkan kepada pengendara yang belum mematuhi ketentuan berlalu lintas, khususnya pengendara sepeda motor di bawah umur yang tidak menggunakan helm pengaman.

Bagi petugas, kegiatan ini bukan sekadar mengurai kepadatan kendaraan. Edukasi dan teguran turut diberikan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa tertib berlalu lintas merupakan bagian penting dari upaya melindungi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Pendekatan humanis dan persuasif menjadi cara yang dikedepankan personel saat memberikan imbauan. Namun, ketegasan tetap diperlukan agar setiap pengguna jalan memahami bahwa aturan lalu lintas bukan sekadar formalitas, melainkan pedoman untuk mencegah kecelakaan yang dapat berakibat fatal.

Kasi Humas Polres Takalar, IPTU Nur Ady, mengatakan, kehadiran personel di titik-titik rawan pada pagi hari merupakan bentuk pelayanan kepolisian untuk menjamin kelancaran lalu lintas sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Commander Wish pagi ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi kemacetan, pelanggaran, dan kecelakaan lalu lintas. Kami ingin masyarakat dapat memulai aktivitas dengan aman dan nyaman, dengan tetap mengutamakan keselamatan selama berkendara,” ujar IPTU Nur Ady.

Ia juga menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap aturan, terutama bagi pengendara di bawah umur dan pengguna sepeda motor yang tidak mengenakan helm.

Menurut dia, keselamatan berlalu lintas perlu dibangun melalui kesadaran bersama, bukan semata-mata karena adanya pengawasan petugas.

“Kami mengimbau para orang tua agar turut mengawasi anak-anaknya dan tidak membiarkan mereka berkendara sebelum memenuhi persyaratan.

Gunakan helm standar, patuhi rambu-rambu, dan jangan mengabaikan keselamatan demi mengejar waktu. Lebih baik tiba sedikit terlambat daripada mempertaruhkan keselamatan di jalan,” kata Nur Ady.

Melalui kegiatan Commander Wish pagi, Satlantas Polres Takalar terus berupaya membangun budaya tertib berlalu lintas.

Sebab, jalan raya yang aman tidak hanya ditentukan oleh kelancaran kendaraan, tetapi juga oleh kepatuhan dan kepedulian setiap penggunanya.

Bagikan :