Takalar-BNI.co.id
Upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Takalar tidak cukup hanya mengandalkan penindakan di jalan. Kepolisian mendorong pemerintah di tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa ikut mengambil peran melalui edukasi serta sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat.
Hal itu mengemuka dalam kegiatan sosialisasi dan koordinasi Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan bersama pemerintah setempat yang digelar di Aula Wisata Pantai Sampulungan, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Kamis, 8 Oktober 2026, sekitar pukul 16.00 Wita.
Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Takalar AKBP Ginanjar Fitriadi, S.H., S.IK., M.H., Kasat Lantas AKP Nursanti, S.H., Kasat Intelkam AKP Andi Abdullah, S.H., M.M., Camat Galesong Utara Muhammad Faisal Irfan, S.E., M.Si., Kapolsek Galesong Utara AKP Alimin, Wakapolsek Galesong Utara IPTU Agus Salim, S.H., serta para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Galesong Utara.
Dalam arahannya, Kapolres Takalar menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah setempat dalam membangun kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas. Edukasi, kata dia, dapat dilakukan secara langsung melalui pertemuan dengan warga maupun memanfaatkan media sosial.
Menurut Ginanjar, langkah tersebut menjadi penting karena angka kecelakaan lalu lintas dan jumlah korban menunjukkan peningkatan. Karena itu, pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama, tidak hanya oleh kepolisian.
“Pemerintah setempat kami harapkan ikut memberikan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Ini bagian dari upaya bersama untuk menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas,” ujar Ginanjar.
Di sisi lain, kepolisian akan memperkuat langkah preventif dan penegakan hukum di ruas-ruas jalan yang dinilai rawan. Satuan Lalu Lintas Polres Takalar bersama Polsek Galesong Utara akan meningkatkan patroli, hunting, serta razia di sepanjang jalur poros Galesong.
Kapolres meminta dukungan pemerintah setempat agar langkah tersebut dapat berjalan efektif dan mendapat dukungan masyarakat.
“Upaya kepolisian akan lebih maksimal jika mendapat dukungan dari pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan. Keselamatan lalu lintas merupakan tanggung jawab bersama,” katanya.
Camat Galesong Utara Muhammad Faisal Irfan menyatakan dukungan penuh terhadap langkah yang disampaikan Kapolres Takalar. Ia meminta para lurah dan kepala desa segera meneruskan pesan keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat di wilayah masing-masing.
Selain persoalan edukasi dan pengawasan lalu lintas, Faisal juga mengusulkan agar pos lalu lintas kembali dibangun di wilayah Galesong Utara. Menurutnya, keberadaan pos tersebut dapat mendukung pengawasan dan pelayanan kepolisian di kawasan tersebut.
“Kami mendukung sepenuhnya langkah yang dilakukan Polres Takalar. Kami juga siap mendukung apabila kembali dibangun pos lalu lintas di wilayah Galesong Utara,” ujar Faisal.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Takalar AKP Nursanti mengatakan pihaknya akan meningkatkan kegiatan patroli dan penindakan untuk menekan angka kecelakaan. Ia menyebut peningkatan kasus kecelakaan pada September 2026 menjadi perhatian serius jajaran Satlantas.
“Angka kecelakaan pada September meningkat cukup pesat. Karena itu, kami akan meningkatkan patroli dan razia, termasuk bersama instansi terkait,” kata Nursanti.
Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara Kapolres Takalar dan Kasat Lantas dengan para lurah serta kepala desa. Sejumlah persoalan lalu lintas di wilayah masing-masing menjadi bahan pembahasan.
Forum tersebut menjadi ruang koordinasi untuk menyatukan langkah antara kepolisian dan pemerintah setempat.
Tujuannya satu: membangun kesadaran masyarakat agar lebih disiplin di jalan sekaligus menekan angka kecelakaan dan fatalitas korban di Kabupaten Takalar.
Bagi kepolisian, keselamatan berlalu lintas bukan semata soal penindakan. Ia dimulai dari kesadaran pengguna jalan, diperkuat oleh edukasi pemerintah, dan dijaga melalui pengawasan bersama.




